Foto-foto ini diambil sewaktu Faris kena DBD,… kami berdoa banget semoga Faris Ga’ kena lagi DBD, waduh rasanya dunia mau runtuh…
Begini nih Ceritanya.. Kejadiannya di akhir February 2008
Tanggal 23 February jam 05:00 Pagi, Badan Faris mendadak Panas dan sampai 37 derajat,.. pagi itu kami kompress dengan air Dingin… (Pengalaman dari zaman Kecil), dan perlahan turun tetapi jam 9:00 Pagi kembali naik mencapai 37,5 Derajat Celcius dan kembali kami Kompress dengan air dingin, dan kamipun ikut jaga dia dan kemudian faris tidur, dan pada hari itu juga kami dikabarkan bahwa kakak perempuan yang dari pendopo akan maen ke Palembang dengan Suami dan Anak-anaknya, dan kamipun menunggu agar nanti bisa sama-sama pergi ke Klinik, tetapi pada jam 15:00 Panas Badan faris melonjak lagi sampai mencapai 41 Derajat Celcius dan sayapun bergegas ganti baju, tetapi sesaat setelah saya selesai mandi, istriku menjerit dan menangis, karena dilihatnya Faris “Gemetar” dan kemudian keluar Liur dari Mulutnya dan sesaat kemudian Kakinya mulai kejang dan diikuti dengan kedua bola matanya hampir menjadi putih (karena bergerak keatas) dan kamipun menjadi Panik.
Aku sendiri sangat-sangat panik sehingga yang aku lakukan hanyalah berlari kesana kemari sambil menggendong faris dan berteriak minta tolong, dan tetangga yang mendengar (ibu Sururan) langsung lari kerumah kami dan menyuruh saya untuk tenang dan memandikan faris agar panas badannya bisa di redam/diturunkan, dan tanpa tanya-tanya lagi akupun membawa faris ke kamar mandi dan langsung memandikan faris agar faris sadar, sudah hampir habis 2 ember besar faris belum juga sadar, aku dan istrikut kembali panik, tetapi ibu sururan terus menenangkan dan mengambil alih untuk memandikan faris dan menyuruh aku dan istrikut untuk ganti baju untuk segera membawa faris ke Klinik Terdekat (KITA MEDIKA) di Komplek sebelah.
Akhirnya Faris sadar sebentar dan kemudian kami cepat-cepat ke Klinik bersama Ayah Sururan.. dan kondisi Faris sudah sadar sedikit, tetapi begitu sampai di KLINIK KITA MEDIKA faris ga’ sadar dan dengan segera Dokter jaga memberikan Oksigen dan menginjeksikan cairan lewat Anus Faris agar Panas di badan faris cepat turun dan faris segera sadar, setelah 4X injeksi faris mulai pelan-pelan sadar dan senyum melihat kami, kalau dihitung hampir 40 Menit Faris Ga’ Sadar.. dan selama 40 Menit itu fikiran kami sudah kemana-mana… yah.. kami waktu itu sangat-sangat takut kehilangan anak kami satu-satunya… apalagi istriku ga’ berhenti sesegukan menangis…
setelah sadar Dokter KLINIK KITA MEDIKA segera merujuk Faris ke Rumah Sakit SITI KHADIJAH untuk tindakan selanjutnya… dan kamipun segera ke Siti Khadijah dengan menggunakan kendaraan Ayahnya Sururan dan sesampai di Siti Khadijah, Dokter Jaga IGD langsung memeriksa dan mengharuskan Faris untuk di rawat Inap di RS.
Ada Kejadian yang membuat saya agak Miris Juga waktu Daftar di IGD, yaitu sewaktu aku Register aku tidak bawa uang sepeserpun karena memang aku tidak punya uang banyak… meskipun di Tabungan, tetapi pada saat itu Ayah dan Ibu Sururan meminjamkan kami uang yang cukup untuk register dan tidak lama kemudian kakak dan adikku yang akan main ke Palembang datang jadi aku pinjam sama mereka. Kemudian aku disuruh memilih Fasilitas Rawat Inap yang mana..? karena masih agak panik, aku memilih yang kelas VIP dan terpampang di Papan Pengumuman Harga serta uang jaminan yang harus aku serahkan ke pihak Rumah Sakit, aku tercekat dengan dengan jumlahnya, sesaat Istriku mengingatkan bahwa kami telah terdaftar di AKSES KOMERSIAL
Aku teringat dan setelah aku check ternyata Kepesertaanku adalah ASKES SILVER dengan Fasilitas Rawat Inap Kelas VIP, kemudian aku serahkan Kartu ASKES yang kebetulan selalu aku bawa di dompet kartu.. setelah aku serahkan ke petugas, petugas lalu meralat kembali mengenai ketersediaan Kamar Rawat Inap, bahwa semua kelas sudah penuh dan yang tersisa hanya kelas III di Paviliun Anak…, tanpa pikir apa-apa lagi saya hanya berkata :” Cepat Proses Saja ” biar nanti saya yang ke ASKES untuk masalah kamar dan Tarif ini.. dan akhirnya sore itu Faris langsung di rawat di Kelas III, yang ternyata BANGSAL dan kondisinya penuh….
Setelah kondisi tenang, saya mencoba menghubungi “teman” yang bekerja di RS tersebut yang kebetulan di yang selalu mengurusi Pasien ASKES di RS tersebut. dan dari informasinya saya diharapkan untuk bisa bersabar mengenai fasilitas yang dari ASKES, karena memang kelas VIP (sesuai dengan ASKES-ku) sedang penuh dan baru hari senin ada yang kosong. Aku menerima penjelasan itu karena yang paling utama adalah anakku mendapatkanperawatan dulu, untuk tahu apa penyakitnya…
Jam 21:00 wib, Faris diambil darahnya untuk diperiksa, pagi jam 05:00 kami diberitahu bahwa faris kemungkinan kena DBD atau Typhus, dokter akan memastikan kembali dengan mengambil sampel darah lagi, dan jam 21:00 tanggal 24 February faris diambil darah lagi, baru jam 22:00 (waktu ganti Shift jaga perawat) kami diberitahukan bahwa Faris Postif DBD dengan trombosit hanya 85.000 saja dari yang normal minimum 200.000….
Dan dimulailah hari-hari yang menyakitkan untuk faris karena harus diambil sampel darah setiap hari untuk mengetahui Jumlah Trombosit faris setiap hari… sampai-sampai kalau mau ambil darah aku keluar ruangan karena tidak tega lihat faris disuntik untuka ambil darah.
Tanggal 25 February jam 16:00 kami diberitahukan bahwa kami harus Pindah ke Ruang Ibnu Sina (R.VIP) karena permintaan dari ASKES dan harus sesuai dengan Fasilitas yang selama ini dibayar oleh peserta, (thank to KIKI yang telah mengurus ASKES ini). dan kami bersyukur karena Faris bisa lebih banyak beristirahat.
Tanggal 3 Mart 2008 Faris dinyatakan sembuh karena Trombositnya sudah mencapai 220.000 dan kamipun senang sekali karena sebenarnya sudah dari tanggal 29 February kami lihat Faris sudah mulai sehat tetapi dan trombositnyapun sudah mencapai 150.000 an…
Aku dan istriku mengucapkan banyak terima kasih kepada Keluarga Ayah Sururan yang telah banyak membantu kami sampai faris dirawat di RS Siti Khadijah dan juga Mbak Lina/kak Iwan serta Lidia/Deni yang mau meminjamkan uangnya dan mengurangi jatah Belanja di Palembang…. Terima kasih banyak yah…
Sekarang Faris sudha sehat dan InsyaAllah akan terus sehat…












